UD Trucks

Gemba dan Seni Keterlibatan Langsung

Saat orang Jepang mendengar kata gemba, mereka akan memberi perhatian lebih.

Gemba ditulis dengan karakter Sino-Jepang “gen” (現), yang artinya “muncul” atau “pada saat ini” dan digunakan pada kata seperti genzai (“kemunculan”, “sekarang”, “saat ini”) serta gendai (“kini”, “generasi”, “masa modern”), dan “ba” (場), yang berarti tempat. Bila digabungkan menjadi gemba, kata ini secara harfiah berarti tempat di mana seseorang atau sesuatu muncul. 

kisah gemba ud

Namun, dalam penggunaan sehari-hari, gemba berarti ada di tempat kejadian, atau di mana elemen manusia berada. Wartawan yang meliput berita besar, misalnya, dapat menghubungi editornya dan berkata, “Ima gemba desu” (Saya berada di lokasi sekarang). 

Dalam konteks bisnis, kata ini menangkap kesan kesegeraan dan keterlibatan serta dapat dipahami sebagai rujukan pada tempat di mana nilai diciptakan dalam seluruh fase masa pakai produk. 

“Gemba menangkap kesan kesegeraan dan keterlibatan serta dapat dipahami sebagai rujukan pada tempat di mana nilai diciptakan.”

Menurut Roger Schreffler, wartawan perdagangan Ward’s Automotive yang berbasis di Tokyo, kata ini pertama kali dipopulerkan dalam konteks kendaraan bermotor pada tahun 1930-an. Dahulu jalan-jalan masih primitif, sementara fasilitas perbaikan sangat sedikit dan jarang. Bila masalah serius terjadi, manajer perusahaan akan menghentikan apa pun yang ia kerjakan dan datang ke lokasi kerusakan—gemba—untuk memeriksa masalah secara langsung. 

Bila dikaitkan dengan R&D atau produksi, gemba diterjemahkan sebagai “di pabrik” atau “di lokasi.” Pada bagian desain dan produksi, teknisi dan karyawan perakitan melakukan gemba kaizen, yang secara harfiah berarti “penyempurnaan di lokasi,” melalui cara-cara inovatif untuk mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi serta mengembangkan dan menerapkan penyempurnaan pada keselamatan kendaraan.

Pada bagian penjualan dan layanan purnajual, kata ini mengacu pada pemenuhan kebutuhan pelanggan melalui respons cepat dan tindak lanjut yang bersungguh-sungguh terhadap umpan balik. Ungkapan yang sering didengar di antara para manajer di perusahaan Jepang adalah gemba shugi, yang dapat diartikan sebagai kebijakan manajemen langsung, atau keterlibatan manajemen di level terbawah, sesuatu yang secara luas dianggap sebagai kekuatan utama produksi Jepang.

Dalam pengertian ini, gemba dapat dianggap sebagai lawan kata dari “menara gading.” Mempercayai orang-orang di lokasi untuk memberikan evaluasi langsung kepada pengambil keputusan berarti semakin sedikit kekhawatiran terhadap kompleksitas seperti politik internal, dan lebih banyak waktu untuk fokus pada penyelesaian masalah yang sebenarnya. Ini diterjemahkan langsung menjadi peningkatan ciri kualitas dan keandalan—yang kini dikenal di seluruh dunia sebagai nilai produksi sentral Jepang. 

Share On