UD Trucks

Singapura: Semangat positif dari pasar truk yang unik

11 Maret 2012

Sejak awal, Singapura telah berkembang menjadi salah satu pusat utama dalam transportasi global. Negara yang mudah dijelajahi ini (semua tempat dapat dijangkau hanya dalam satu jam) juga menjadi pasar yang penting dan unik bagi semua jenis truk. Kay Kong Swan (kanan atas) dari perusahaan logistik terkemuka CWT menjelaskan sistem transportasi di negara kota ini.

Singapura mungkin adalah negara yang memiliki sikap paling positif. Mulai dari pengemudi taksi yang menunggu di depan Bandara Changi hingga resepsionis hotel dan semua orang yang Anda temui, akan mengatakan “Ya, bisa! Tak ada masalah!” Kisah sukses Singapura sudah sangat terkenal: berpisah dari Federasi Malaysia pada tahun 1965 sebagai negara kota kecil tanpa sumber daya alam dan masa depan yang tidak pasti, lalu bertransformasi menjadi salah satu negara paling makmur di dunia, dengan GDP per kapita di peringkat atas di antara berbagai negara. Singapura membuat sistem yang berhasil. Singapura juga memiliki pelabuhan tersibuk kedua di dunia, setelah Shanghai. Kay Kong Swan, CEO Container & Steel Logistics Business untuk CWT Group, sedang berdiri menghadap kapal-kapal yang mengisi dan membongkar muatan melalui jendela besar di kantornya. Mr. Kay telah menggeluti industri ini selama 16 tahun. “Singapura selalu menjadi gudang barang,” ujarnya tentang perannya dalam mengimpor, mengekspor, dan mengirim ulang barang. “Pelabuhan ini didirikan oleh Inggris pada tahun 1819 sebagai pos perdagangan. Peran itu pun masih berjalan hingga sekarang. Mr. Kay tampak karismatik, ramah, dan menyenangkan untuk diwawancarai. Di Singapura, semuanya mungkin. “Anda memerlukan truk dengan pengemudi untuk foto sore ini? Tak ada masalah. Mengapa tidak dua? Saya akan menyiapkan truk yang bersih mengkilap dalam satu jam. Tak ada masalah.”

terwawancara

Mr. Kay - CEO Container & Steel Logistics Business untuk CWT Group

CWT adalah salah satu perusahaan terbesar di Singapura. Semula kepanjangannya adalah Container Warehousing Transportation, sebuah deskripsi yang luas tentang aktivitas perusahaan ini. Namun, saat ini kepanjangannya yang lebih cocok di abad ke-21 adalah Connecting World Trade. Nama ini juga tepat. CWT didirikan pada tahun 1970 sebagai anak perusahaan dari Port of Singapore Authority untuk menyediakan layanan gudang dan truk kontainer. Sebagai salah satu perusahaan logistik dan truk paling awal di Singapura, CWT kemudian berdiversifikasi ke layanan logistik dan layanan terkait lainnya, termasuk logistik komoditas dan manajemen rantai suplai, pengiriman barang, perekayasaan, dan layanan keuangan. CWT pertama kali terdaftar di Singapore Exchange pada tahun 1993. Hari ini, CWT beroperasi di sekitar 50 negara, menawarkan solusi logistik terintegrasi kepada pelanggan di seluruh dunia. CWT menghubungkan pelanggan dengan 120 pelabuhan di dunia, dan lebih dari 1.200 destinasi darat. CWT juga memiliki dan mengoperasikan sekitar 200 truk di Singapura, dan banyak di antaranya yang merupakan kendaraan UD Trucks. Jenis layanan kompleks dan canggih yang menambah nilai dari perusahaan ini mencakup segala sesuatu mulai dari penyimpanan dan pengemasan ulang barang massal sesuai spesifikasi pengguna akhir, hingga transportasi bahkan solusi perekayasaan. Meskipun lokasi strategis Singapura menjadi faktor penting, namun ada banyak aspek lainnya yang berperan dalam keberhasilan pelabuhan dagang, Mr. Kay mengatakan. “Landasannya adalah dorongan pemerintah Singapura, yang sejak awal telah mendukung konsep pemusatan. Pertama, Anda memerlukan konektivitas kelas satu. Kami memilikinya dengan dua pelabuhan dan satu bandara yang sangat baik. Namun Anda juga memerlukan infrastruktur yang kuat. Anda memerlukan produktivitas lahan. Anda harus mengantar tepat waktu setiap saat. Sistem jalan kami luar biasa—hanya diperlukan waktu sekitar satu jam untuk menempuh perjalanan dengan truk dari ujung pulau ke ujung lainnya.” Meskipun Mr. Kay tidak menyebutkannya, Anda juga memerlukan tenaga kerja terdidik yang disiplin, seperti yang dimiliki Singapura. Dan tentu saja, sikap positif. Sistem jalan di Singapura memang luar biasa. Negara ini juga tidak terlihat sesak untuk tempat yang demikian sibuk—ada sekitar lima juta jiwa yang tinggal di Singapura. Satu hal khusus yang membuat Singapura menjadi pasar truk dan transportasi yang sangat spesial adalah, tanpa Certificate of Entitlement (COE), Anda tidak diperkenankan memiliki kendaraan. Sistem ini mengharuskan pemilik kendaraan di Singapura mengajukan penawaran atas hak untuk membeli kendaraan bermotor, dengan jumlah sertifikat yang sengaja dibatasi. Penawaran diadakan setiap dua bulan, dengan harga yang bervariasi dari bulan ke bulan, tergantung pada permintaan dan suplai. Secara kasar, untuk truk tugas menengah level pemula, biaya COE saat ini adalah sekitar 80% dari harga truk itu sendiri. Jumlah truk baru yang terdaftar setiap tahun cukup stabil pada angka sekitar 1.000 Ini membuat Singapura menjadi salah satu pasar truk terberat di dunia. 

Truk Singapura

Truk CWT mengangkut tangki ISO - mengirim kontainer berisi cairan. 

Bukan hanya semua merek truk terkemuka dari Eropa dan Jepang yang bersaing di sini—namun dengan sistem COE, persaingan yang terjadi adalah menang atau kalah, karena pertumbuhan hanya dapat terjadi dengan kalahnya pesaing. Pasar truk Singapura terbagi menjadi produsen “kontinental” (berarti Eropa) dan Jepang. Produsen Jepang, dengan UD Trucks sebagai salah satu di antara tiga pemain besar, menguasai sekitar 80% dari total. “Truk di sini hanya melakukan pengangkutan jarak dekat,” Mr. Kay berkata. “Anda akan menemukan truk tugas berat hingga ringan di sini, namun Anda dapat menjangkau lokasi mana pun di pulau ini umumnya dalam satu jam. Truk terdaftar di Singapura jarang melakukan perjalanan ke Malaysia, sehingga truk paling besar pun jarang menempuh rute jarak jauh. “Artinya, pada hari kerja biasa pengemudi akan melakukan banyak perjalanan jarak dekat,” ia melanjutkan. “Rata-ratanya adalah sepuluh perjalanan per hari. Artinya, truk sering dalam kondisi tidak berjalan, dan pengemudi menghabiskan banyak waktu menunggu dibandingkan dengan negara yang lebih besar. Singapura adalah negara tropis, sehingga penyejuk udara yang baik dan kenyamanan kabin menjadi hal penting.” Karena itu, menurut Mr. Kays, CWT terutama memilih truk Jepang daripada kontinental. “Bukan karena truk Eropa tidak bagus,” katanya. “Truk buatan Eropa sangat bagus untuk jarak jauh dan biasanya lebih canggih, namun truk Jepang lebih sesuai dengan bisnis kami. Kini sebagian besar truk baru di armada kami adalah UD. Alasan lainnya adalah pengemudi pada umumnya lebih memilih truk yang mudah digunakan dan nyaman.” Suara pengemudi sangat penting bagi CWT. “Selain truk yang baik dan andal, pengemudi berperan penting dalam melaksanakan tugas pengiriman, jadi kami ingin memastikan bahwa pengemudi memiliki lingkungan kerja yang baik saat mengendarai truk. Itulah sebabnya saat merencanakan pembelian truk, misalnya seri baru dari UD Trucks, kami juga meminta tanggapan dari pengemudi. Mereka punya andil dalam proses pembelian. Kami yakin keterlibatan ini saling menguntungkan—pengemudi punya rasa memiliki terhadap truk dan membantu mengoptimalkan kondisi kerja mereka, sehingga produktivitas kerja meningkat.” Hubungan CWT dengan UD Trucks telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun dalam beberapa tahun terakhir, CWT membeli lebih banyak truk UD daripada kendaraan produsen lain. 

halaman depan singapura

Mr. Kay menjelaskan bahwa ini bukan karena kendaraannya saja. “Harga hampir sama untuk semua truk Jepang,” ia mengatakan. “Fiturnya juga mirip. Perbedaannya, dan bagian terpenting bagi kami, adalah layanan dan dukungan purnajual. Menurut saya UD Trucks berhasil dengan baik. Keberadaan pusat servisnya di area Jurong yang mudah dijangkau sangat membantu. Artinya, waktu untuk perjalanan pulang pergi lebih singkat. “Skala ekonomi—karena UD Trucks adalah salah satu merek truk Jepang terbesar di sini—juga berarti bahwa suku cadangnya mudah didapat,” ia melanjutkan. “Namun peristiwa pentingnya adalah peluncuran truk UD dengan standar emisi Euro 4 pada tahun 2006. Kami tahu truk seperti ini akan segera hadir, namun UD jauh lebih cepat dibandingkan produsen lain. Dari Euro 2, UD langsung beralih ke Euro 4, tanpa Euro 3. CWT ingin menjadi yang terdepan di industri ini, dan saya senang berbisnis dengan perusahaan terdepan lainnya. Dari sinilah hubungan kerja kami dengan UD Trucks semakin dekat. UD Trucks membantu kami lebih maju.”